banner 728x90 banner 728x200 banner 728x90

Prinsip PARETO Dalam Keseharian Kita

Di blog 65 views

Barangkali belum banyak yang mengetahui tentang prinsip Pareto ini. Baiklah, saya akan coba mengulas mengenai prinsip Pareto disini, semoga bermanfaat. Ulasan kali ini mengenai prinsip Pareto dalam keseharian kita.

Pernahkah kamu rasakan ketika melakukan sesuatu dalam waktu sehari namun terkadang hasil yang didapat tidak maksimal. Sehingga kamu merasa waktu terbuang secara percuma. Contohnya ketika melakukan pekerjaan rutin di kantor. Berangkat pagi pulang sore selama kurang lebih 8 jam sehari, namun seolah belum ada hasil besar yang kita peroleh. Serasa waktu terbuang secara percuma saja.

Di kehidupan sehari – hari, kita mengalami hal ini. Dan sebenarnya ini salah satu makna prinsip Pareto yang bisa kita kondisikan di kemudian hari setelah kita memahaminya.

Prinsip pareto dikenal juga dengan aturan 80-20. Intinya adalah sesuatu kejadian yang kita alami kurang lebih sekitar 80% daripada efeknya disebabkan oleh 20% dari penyebabnya.

Tanpa Kita Sadari

Rutinitas serta sistem yang sudah terpola menyebabkan kita tidak sadar bahwa sesuatu berjalan begitu saja. Mindset atau pemikiran yang sudah terbentuk sedemikian rupa, menyebabkan apa yang kita lakukan sehari – hari seolah biasa terjadi secara otomatis.

Kita tidak sadar bahwa alam bawah sadar sudah mengendalikan sekitar 80% apa yang kita lakukan dalam menghabiskan waktu. Contohnya manakala kita bangun pagi kemudian langsung pergi ke kamar mandi lalu gosok gigi. Kemudian mandi dan melakukan hal lain yang sudah terbiasa terjadi seperti hari – hari sebelumnya.

Begitupun dengan waktu yang terpola dan terbentuk menjadi sebuah “rutinitas”. Berangkat ke kantor, apel pagi, kemudian mengerjakan pekerjaan kantor dan hal lain sampai pada waktunya sore hari bahkan sampai malam hari kita jalani setiap hari.

Jika dikaitkan dengan prinsip Pareto, maka 80% hasil kerja kita adalah dari 20% waktu yang kita habiskan dalam bekerja.

Waktu 20% itulah yang wajib kita ketahui. Bahkan seharusnya kita temukan pola dan atur jadwalnya. Jangan sampai yang terjadi adalah sebaliknya. Hasil kerja hanya 20%, kita habiskan waktu 80% di depan komputer atau laptop, tanpa kita sadari ternyata dari waktu itu hanya termanfaatkan untuk kegiatan lain yang tidak ada hubungannya dengan progres tujuan kerja.

Tidak sedikit juga akhirnya pekerjaan kantor di bawa pulang dengan harapan bisa dikerjakan di rumah. Alih – alih diselesaikan dirumah, ternyata sampai esok hari terbawa lagi ke kantor dan belum tersentuh sama sekali.

Semoga tidak demikian dengan kamu

Cari Pola nya

Prinsip pareto di atas jika dilihat dari faktor waktu. Ada faktor lain yang juga terjadi demikian. Misalkan saja faktor personil atau SDM dalam membantu penyelesaian aktivitas kita.

Coba pikirkan, dari sekian banyak staf kamu di kantor. Siapa saja yang selama ini kamu anggap “mayoritas” membantu menyelesaikan pekerjaanmu dengan hasil 80%? Ketemu kan ?

Hanya 20% dari total person yang membantu hasil pekerjaan kita sebanyak 80%. Dari 20 personil di ruangan, hanya 4-5 orang yang benar – benar memberikan kontribusi terhadap hasil pekerjaan.

80% Reaksi Dihasilkan Dari 20% Aksi

Prinsip Pareto lahir dari seorang ekonom bernama Vilfredo Pareto. Dia melakukan sebuah penelitian yang diberi nama “Cours d’économie politique” saat di Universitas Lausanne.

Penelitian itu dilakukannya tahun 1896.

Vilfredo Pareto mengungkapkan fakta bahwa 80% luas lahan di Italia sebenarnya dimiliki oleh 20% warganya. Selain itu, juga hasil bumi, yaitu 80% kacang lokal dihasilkan dari 20% total ladang tanaman kacang di Italia.

Dengan kata lain 80% output dihasilkan dari 20% input. Nah, ini yang wajib kamu temukan saat ini di dalam menyelesaikan sesuatu. Apalagi untuk memaksimalkan waktu, tenaga dan hasil pekerjaanmu saat ini.

Analisa Dalam Keseharian Kita

Coba kita renungkan sejenak hal – hal yang mungkin sering terjadi dalam keseharian kita tanpa kita sadari hal itu mengacu pada prinsip Pareto ini.

Ini adalah sebuah hubungan seperti sebab akibat, aksi dan reaksi.

80 % permasalahan keluarga datang dari 20 % (…….). Titik – titik itu bisa kamu isi apapun, misalkan saja manakala dari analisamu penyebabnya adalah akibat gadget, itu juga bisa terjadi.

Dari sekian banyak waktu di rumah, gadget menghabiskan waktu sekitar 80 % daripada kamu ngobrol dengan pasangan hidup atau anak – anakmu.

Dari apa yang dibuka di gadget itu, misalkan saja game, media sosial, media chatting, dll maka penyebab dari 80% permasalahan keluarga apa. Apakah dari chat, game, atau lainnya. Misal saja ternyata adalah Chat. Melalui WA, nah analisamu sudah ketemu bahwa penyebabnya adalah hal itu, maka solusinya apa ? Semua tergantung dari seni dalam penyelesaian masalah.

Sehingga, 80% dari masalah datang dari 20% penyebab

Hal ini berlaku untuk kondisi lainnya. Dalam bisnis misalnya, 80% keuntungan datang hanya dari 20% produk dari bermacam produk yang kamu jual.

Jika saat ini kamu punya banyak barang misalkan baju atau sepatu. Maka 80% baju atau sepatu yang kamu punya, hanya 20% saja yang kamu gunakan sehari – hari.

Atau bisa dibalik seperti ini, 20% baju atau sepatu yang ada di lemari yang kamu pakai dalam 80% waktu sehari – hari.

Prosentase 80/20 ini tentunya hanya patokan saja. Sebab prinsip ini menjadi tenar ketika korelasi itu ditemukan dan dipublikasikan pertama kali.

Kamu pun bisa menentukan berapa angka sebagai pembandingnya. Prinsip pareto tidak mesti harus di aplikasikan 100% pas.

Katakanlah, bisa saja analisamu adalah hasil optimal 99% dari 15% faktor penentu lain. Ini tidak salah. Sejak ditemukan, 80/20 ini merupakan rasio yang selalu digunakan untuk nama dan ilustrasi dasar teori Pareto. Selain itu, 80/20 tetap rasio paling mencolok dan sering terjadi.

Bisa digunakan, Sesuaikan Saja Dan FOKUS kan

Prinsip pareto ini bisa kamu gunakan untuk menganalisa hal – hal yang kamu butuhkan. Dan tentunya sesuaikan dengan kondisi saat ini yang kamu pahami secara detail.

Bisa digunakan untuk menganalisa data penyebab masalah dalam suatu proses. Atau kamu ingin fokus pada masalah atau penyebab yang paling signifikan dari sekian banyak masalah atau penyebabnya.

Selain itu, ini sangat bagus manakala di gunakan dalam strategi bisnis. Kita bisa menganalisa bisnis dari beberapa faktor yang menjadi sistem dalam bisnis proses kita. Misal saja begini, dari beberapa produk yang kita jual mana yang paling banyak menghasilkan uang untuk kamu. Nah, jika sudah kamu tetapkan, maka fokus kan saja di situ.

Dari faktor pendukung misalnya, dari beberapa faktor pendukung dalam proses bisnis kamu, tentukan 20% mana yang paling mendukung berjalannya bisnis. Lalu, fokuskan untuk menyempurnakan atau meningkatkan nya.

Meski pun rasio ini penting, namun kita juga harus selalu ingat bahwa setiap upaya harus di barengi dengan DOA.

Doa dan ibadah adalah urusan kita kepada SANG PENCIPTA, segala sesuatu adalah kehendak-Nya. Maka meski upaya apapun yang kita lakukan, jangan pernah tinggalkan hal itu.

Yang mendatangkan rejeki adalah Tuhan, mendatangkan pembeli adalah DIA, melalu jalan yang tidak disangka – sangka. Oleh sebab itu, 99% hasil usaha tentunya kontribusi terbesar dari 1% hubungan kita dengan Tuhan. Sebab Tuhan itu ESA, hanya 1.

Awali dengan fokus di 1 %, maka dalam 99% hasil tentunya kita juga bisa mencari mana 20% dari faktor input yang menghasilkan 99% output yang kita harapkan. Bisa dipahami ?

Semoga bermanfaat, jika ada saran masukan atau perbaikan silahkan tinggalkan komentar ya…

banner 728x90

Tags: #pareto

author
Penulis: 
    Tak Ada Yang Tidak Mungkin, Berawal Dari Keterbatasan Yang Merana
    Tak Ada Yang Tidak Mungkin, Berawal Dari Keterbatasan Yang Merana
    Setiap akan membuat tulisan saya selalu merenung
    Menarik ! Bisnis “Tanpa” Modal ini Bisa Kamu Jalankan lho
    Menarik ! Bisnis “Tanpa” Modal ini Bisa Kamu Jalankan lho
    Memulai usaha atau bisnis tak perlu bingung,
    Buatlah Batikmu Beda
    Buatlah Batikmu Beda
    Mempunyai baju batik bisa didapatkan dengan mudah.
    Supplier Batik Handmade
    Supplier Batik Handmade
    Selamat Tahun Baru 2019. Memulai tahun ini

    Tinggalkan pesan "Prinsip PARETO Dalam Keseharian Kita"

    Baca Juga×

    Top